Kita percaya bahwa setiap
orang mempunyai cerita dan jalan hidup masing-masing. Kita juga menyadari
bahwasannya detik terus bergulir namun
sering kita lupa kapan waktu kita akan berhenti. Tahun depan, esok hari
atau justru hari ini ? hanya allah yang tahu. Sungguh indah alam indonesiaku
ini, angin siang yang gemulai menggerakan setiap dahan pohon di siang hari ini,
lalu pertanyaanya adalah “ Untuk apa kita
hidup di dunia ini ? “ apakah hanya mengalir layaknya air yang mengalir?
Kalau seperti itu, kata Buya Hamka kita sama saja layaknya babi hutan yang
hanya sekedar hidup. “ Lalu, untuk apa
seorang manusia ada di alam semesta yang maha luas ini ?”
Manusia, ini adalah makhluk yang sekarang hidup di muka bumi yang maha luas ini.
Waktu hidup manusia bahkan dari awal penciptaan sampai hari ini bahkan tidak
ada satu per detiknya waktu alam semesta serta ukuran manusia sangat kecil
dibandingkan ukuran alam semesta ini. Namun, akal dan hati manusia lah yang
mempunyai nilai yang tidak bisa diukur dari segi apapun. “ Lalu, kenapa banyak orang yang sombong dan merasa dirinyalah yang
paling hebat ? “ entahlah… saya pun masih suka begitu. Padahal, azan selalu
mengingatkan kita bahwasanya “ Tidak ada
daya dan kekuatan selain dari allah SWT” . “ …Sesungguhnya merugilah orang-orang yang hidup di muka bumi ini kecuali
bagi orang-orang yang beriman dan bertaqwa… “. Ya, merugilah kita
orang-orang yang lalai dalam setiap waktunya.
Belajar. Kata ini lah yang membuat manusia bisa berkembang menjadi lebih baik.
Setiap orang pasti ingin belajar menjadi orang yang lebih baik. Pernahkan kita berpikir “ Bagaimana nabi Ibrahim merenung
sendiri dan berkenala untuk mencari tuhannya? Ataukah bagiamana seorang umar
yang dulunya benci dengan nabi tapi menjadi salah satu orang yang sangat
mencitai nabi ? “ Sesungguhnya , allah yang membolak-balikan hati manusia
dan beruntunglah orang-orang yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin.
Lalu, setelah ini apa? Ingin menjadi kaya, sukses, terkenal, punya kekuasaan atau
apa? Angin di siang hari yang sepoi-sepoi ini membawa jawaban itu. #Menyiapkan untuk hari yang abadi,
itulah jawabanya. Jika seorang manusia hidup nya kurang lebih 60 tahun di dunia
ini maka waktu hidup itu hanyalah 1,5 jam dari waktu yang abadi. Lalu sudah siapakan kita menyambut
hari itu ? Mungkin dari ratusan teriliunnya manusia sejak zaman
nabi adam hingga enam miliaran manusia yang sekarang hidup sebagian sudah siap
akan hal itu? “Bagaimana dengan kita,
udah siap bro?” saya belum siap ! bahkan baca quran aja masih belum bisa
bener. Sesungguhnya beruntunglah kita yang masih diberikan waktu dan
teman-teman yang baik karena itu #Nikmat yang tidak bisa diukur apalagi tinggal
di Indonesia yang orang-orangnya sangat menghormati nilai kesusilaan *padahal
belum ke luar negeri tapi bisa seyakin itu*. Teruntuk kaum muda “ Hal yang perlu kamu impikan adalah
sesuatu yang belum pernah diimpikan sebelumnya – film Sang Pemimpi
Senin, 20 Juni 2016 di Perpusat Kampus UI Depok