Yiruma - Maybe

Rabu, 14 September 2016

Kepemimpinan Profetik

Kepemimpinan Profetik

“ Seorang pemimpin adalah orang yang mempengaruhi sekelompok orang tertentu untuk bergerak dalam arah yang diberikan Tuhan “- J. Robert Clinton. 

                 Seorang pemimpin mempunyai tanggung jawab untuk bisa membawa masyarakatnnya menjadi makmur dan sejahtera. Namun, yang terjadi di Indonesia ini justru berbeda dimana banyak pemimpin mulai dari tingkat daerah hingga tingkat pusat justru menggunakan kepemimpinannya untuk memperkaya diri sendiri dan kolegannya. Sehingga yang terjadi adalah semakin meningkatnya angka kemiskinan, kelaparan dan ketidaksejahteraan masyarakat akibat perilaku pemimpin yang tidak amanah. Melihat problematika diatas merupakan tantangan dan ancaman bagi  seorang pemimpin indonesia untuk segera mencari penyelesaian yang benar benar solutif bagi tercapainya kehidupan bangsa yang harmonis dan sejahtera. Pemimpin harus memiliki misi untuk mengatasi problema di atas. Misi itu juga harus memiliki nilai-nilai ilahiyyah untuk diaplikasikan di dalam kehidupan berbangsa.

              Pemimpin yang ideal untuk rakyat adalah pemimpin yang bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya secara bijak dan benar. Untuk mendapatkan kriteria pemimpin yang akan membawa masyarakat menjadi lebih baik maka harus memiliki kepemimpinan profetik. Kepemimpinan profetik adalah kepemimpinan yang membebaskan penghambaan kepada manusia melainkan hanya kepada tuhan semata. Dengan tidak mengharapkan penghambaan kepada manusia maka seorang pemimpin tidak akan melakukan tindakan seperti korupsi yang semakin banyak terjadi seiring berjalannya waktu belakangan ini. Pemimpin yang ideal harus mempunyai visi dan misi yang kuat dalam menjalankan amanahnya untuk melayani dan membenahi masyarakat sehingga  sang pemimpin akan memiliki legitimasi kepemimpinan yang sangat kokoh. Dengan visi misi masa depan yang tajam dan kemampuannya menjelaskan konsep-konsep dalam bahasa yang mudah dimengerti dan difahami oleh masyarakat luas, akan membuat “Sang Pemimpin semakin mendapatkan pengakuan dari khalayak umum.

            Untuk bisa mewujudkan Kepemimpinan profetik maka pemimpin harus  membawa misi kepemimpinannya dengan tiga misi yakni misi humanisasi, misi liberasi, dan misi transendensi. Pertama, adalah misi humanisasi yaitu misi yanganusiakan manusia, mengangkat harkat hidup manusia, dan menjadikan manusia bertanggung jawab atas apa yang telah dikerjakannya. Seorang pemimpin harus memberdayakan masyarakatnya baik dari segi ekonomi, social dan budaya. Jika masyarakat yang dibina nya menjadi masyarakat madani, taat akan hukum, dan terlepas dari jeratan kemiskinan maka akan  menjadi indikator keberhasilan dari seorang pemimpin. Kedua, adalah misi liberasi yakni misi yang membebaskan manusia dari belenggu keterpurukan dan ketindasan. Kepemimpinan ini adalah tingkat kepemimpinan yang diatas misi humanisasi dimana pemimpin harus berani untuk menyatakan yang benar adalah benar dan yang salah adalah yang salah walau harus mengorbankan jiwannya. Ketiga adalah misi transendensi, yaitu manifestasi dari misi humanisasi dan liberasi yang diartikan sebagai kesadaran ilahiyah yang mampu menggerakkan hati dan  bersikap ikhlas terhadap segala yang telah dilakukan. Ini adalah tahap paling tinggi  sebagai indikator dari pemimpin yang ideal dimana pemimpin yang mempunyai kriteria ini akan selalu ingat akan amanah yang sedang dijalannkanya sehingga ia akan selalu mementingkan kepentingan rakyatnnya. Pemimpin yang memiliki misi transendensi tidak peduli apa yang dilakukannya mendapat perhatian atau tidak karena pemimpin ini akan bekerja ikhlas dan rela bekorban demi terwujudnnya masyarakat yang madani.

             Selain itu, kriteria kepemimpinan profetik adalah memiliki daya regenerasi atau seorang yang mampu mewariskan sifat-sifat kepemimpinan profetiknya sehingga kepemimpinan akan berkelanjutan walau sudah berganti posisi. Ini sangat penting dimana di Indonesia jika pemimpinnya berganti maka akan ganti kebijakannya walau berbeda jauh dari kebijakan sebelumnnya. Dengan adannya keberlanjutan secara bijak, baik dan benar maka akan terwujudnnya masyarakat yang madani baik tingkat daerah hingga tingkat pusat.

             Dengan adanya kepemimpinan profetik yang membawa misi humanisasi, liberasi dan transendensi serta dilakukan secara berkelanjutan maka krisis kepemimpinan yang terjadi dari berbagai segi dan tingkatan di Indonesia akan menemukan solusinnya. Sehingga, pemimpin yang mempunyai kepemimpinan profetik akan selalu mengingat bahwa amanah yang dijalankanya merupakan titipan dan mempunyai tanggung jawab yang besar. Oleh karena itu, jika pemimpin Indonesia banyak mempunyai kepemimpinan profetik maka Indonesia sangat potensial untuk menjadi negara yang makmur dan sejahtera serta unggul di tingkat dunia

Minggu, 19 Juni 2016

Setelah ini apa?


Kita percaya bahwa setiap orang mempunyai cerita dan jalan hidup masing-masing. Kita juga menyadari bahwasannya detik terus bergulir namun sering kita lupa kapan waktu kita akan berhenti. Tahun depan, esok hari atau justru hari ini ? hanya allah yang tahu. Sungguh indah alam indonesiaku ini, angin siang yang gemulai menggerakan setiap dahan pohon di siang hari ini, lalu pertanyaanya adalah “ Untuk apa kita hidup di dunia ini ? “ apakah hanya mengalir layaknya air yang mengalir? Kalau seperti itu, kata Buya Hamka kita sama saja layaknya babi hutan yang hanya sekedar hidup. “ Lalu, untuk apa seorang manusia ada di alam semesta yang maha luas ini ?”
Manusia, ini adalah makhluk yang sekarang hidup di muka bumi yang maha luas ini. Waktu hidup manusia bahkan dari awal penciptaan sampai hari ini bahkan tidak ada satu per detiknya waktu alam semesta serta ukuran manusia sangat kecil dibandingkan ukuran alam semesta ini. Namun, akal dan hati manusia lah yang mempunyai nilai yang tidak bisa diukur dari segi apapun. “ Lalu, kenapa banyak orang yang sombong dan merasa dirinyalah yang paling hebat ? “ entahlah… saya pun masih suka begitu. Padahal, azan selalu mengingatkan kita bahwasanya “ Tidak ada daya dan kekuatan selain dari allah SWT” . “ …Sesungguhnya merugilah orang-orang yang hidup di muka bumi ini kecuali bagi orang-orang yang beriman dan bertaqwa… “. Ya, merugilah kita orang-orang yang lalai dalam setiap waktunya.
Belajar. Kata ini lah yang membuat manusia bisa berkembang menjadi lebih baik. Setiap orang pasti ingin belajar menjadi orang yang lebih baik. Pernahkan kita berpikir “ Bagaimana nabi Ibrahim merenung sendiri dan berkenala untuk mencari tuhannya? Ataukah bagiamana seorang umar yang dulunya benci dengan nabi tapi menjadi salah satu orang yang sangat mencitai nabi ? “ Sesungguhnya , allah yang membolak-balikan hati manusia dan beruntunglah orang-orang yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin.

Lalu, setelah ini apa? Ingin menjadi kaya, sukses, terkenal, punya kekuasaan atau apa? Angin di siang hari yang sepoi-sepoi ini membawa jawaban itu. #Menyiapkan untuk hari yang abadi, itulah jawabanya. Jika seorang manusia hidup nya kurang lebih 60 tahun di dunia ini maka waktu hidup itu hanyalah 1,5 jam dari waktu yang abadi. Lalu sudah siapakan kita menyambut hari itu ? Mungkin dari ratusan teriliunnya manusia sejak zaman nabi adam hingga enam miliaran manusia yang sekarang hidup sebagian sudah siap akan hal itu? “Bagaimana dengan kita, udah siap bro?” saya belum siap ! bahkan baca quran aja masih belum bisa bener. Sesungguhnya beruntunglah kita yang masih diberikan waktu dan teman-teman yang baik karena itu #Nikmat yang tidak bisa diukur apalagi tinggal di Indonesia yang orang-orangnya sangat menghormati nilai kesusilaan *padahal belum ke luar negeri tapi bisa seyakin itu*. Teruntuk kaum muda “ Hal yang perlu kamu impikan adalah sesuatu yang belum pernah diimpikan sebelumnya – film Sang Pemimpi
Senin, 20 Juni 2016 di Perpusat Kampus UI Depok

Selasa, 26 Januari 2016

Berjuang

" If there is no struglle, there is no progress " - Quotes

Keadaan yang paling bahagia adalah keadaan dimana kita bersama orang-orang yang mempunyai mimpi yang sama serta saling bantu-membantu untuk mencapai mimpi itu. Kita semua memang mempunyai tujuan hidup yang berbeda-beda namun tentunnya tidak mungkin untuk mencapai mimpi itu dengan hanya bergerak sendiri. Ada quotes yang mengatakan bahwa " Jika kau ingin pergi cepat maka pergilah sendiri namun jika engkau ingin pergi jauh maka pergilan bersama orang lain. Ya, roda hidup memang berputar.

Be your the best self

Banyak diantara kita yang pastinya mempunyai role model dalam kehidupan masing-masing. Masalahnya adalah apakah role model kita yang anut sesuai dengan ajaran agama, bangsa Indonesia, dan diri kita. Jika sudah sesuai, maka beruntunglah kita. Kemudian, setiap orang mempunyai kelebihan dan keunikan sendiri. Oleh karena itu, jika ada role model yang baik misal: Mario Teguh yang memotivasi banyak orang maka kita boleh jadi seperti mario teguh namun kita harus bisa menjadi lebih baik darinya. Karena, saingan terbesar kita bukanlah orang lain namun diri kita sendiri dan bahwasannya keterbatasan hanyalah ada dipikiran kita. Semoga kita semua berada dalam lingkungan yang baik dan menghargai orang-orang yang ada disekitar kita karena detik yang berlalu tidak akan pernah melangkah mundur. 

Minggu, 24 Januari 2016

Berubah

Semua orang di dunia ini tentunya pernah membuat kesalahan. Semua orang juga tentunya ingin menjadi orang yang lebih baik daripada hari kemarin. Allah berfirman bahwa " Beruntunglah orang-orang yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin ". Sahabat nabi muhammad yang dulunnya sangat membenci nabi pun juga pada akhirnnya menjadi orang yang sangat mencintai nabi. Memang, masa depan tiada yang tahu dan hati manusia yang sangat mudah goyah dimana setiap orang berharap untuk terus berbuat baik dalam kebaikan.

Masa muda adalah " Masa Keemasan "

Tepat 1000 tahun yang lalu di inggris, hiduplah seorang anak muda yang mempunyai mimpi yang sangat besar yakni merubah dunia. Anak muda yang sangat percaya diri itu pun menuliskan impian-impian yang akan dicapai nya. Namun, detik terus bergulir dan hari pun kian berganti dimana anak muda itu pun semakin dewasa dan memutuskan untuk mengecilkan impiannya yakni mengubah negeri dimana ia tinggal. Waktu pun berlanjut lagi, namun sepertinya hasrat itu pun tidak berhasil. Kemudian, untuk terakhir kalinnya ia putuskan untuk mengubah keluarga dan orang-orang terdekatnnya namun tak kunjung berhasil pula. Dan ketika pemuda yang dulunnya mempunyai impian untuk mengubah dunia itu terbaring dalam ajal kematian. Tiba- tiba ia tersadar bahwa ada satu hal kecil yang tidak bisa ia ubah yakni  merubah dirinya sendiri. Pemuda itu adalah abbey yang kemudian menuliskan impian nya yang belum tercapai di makam nya dengan judul " Kehendak Untuk Berubah " .

Pengendalian Diri

Dari kisa abbey bahwasannya kita dapat belajar bahwa untuk mengubah hal yang besar maka dimulai dari hal yang kecil. Dengan terus berusaha memperbaiki maka kita akan menjadi pribadi yang lebih baik daripada hari kemarin. Karena, bukan masalah siapa yang paling cepat berhasil atau paling cepat menggapai kesuksesan tapi bagaimana kita melaluinya. Karena, hidup adalah perjuangan tanpa henti dan kita akan terus belajar dari setiap detik yang berlalu. Ya, semoga kita termasuk orang-orang yang bisa mengendalikan diri. Dengan bisa mengendalikan diri maka kita akan menjadi seseorang manusia yang benar-benar hidup kemudian kita bisa menghidupkan alam semesta dengan kebaikan.

Melompat

" I can accept failure because everyone fails as something but I can't accept not trying " - Michael Jordan

Jumat, 22 Januari 2016

MENINGKATKAN KEGIATAN TAMBANG DENGAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN YANG BAIK DALAM RANGKA MENYAMBUT MASYARAKAT EKONOMI ASEAN ( MEA ) DENGAN CARA PENGGUNAKAN METODE TEKNIK PENEMPATAN TAILING KE LAUT

Indonesia adalah Negara yan disebut sebagai “Tanah Surga”. Disebut demikian disebabkan Indonesia mempunyai kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat berlimpah dan sangat bisa untuk memakmurkan rakyat Indonesia. Dengan luas Indonesia yang membentang dari 95 – 1410 bujur timur maka Indonesia menempati urutan terbesar ke enam di dunia.  Kegiatan pertambangan di Indonesia mempunyai andil yang sangat besar dalam memajukan kegiatan perekonomian Indonesia. Menurut sudirman said dalam wawancara http://bisnis.liputan6.com/read/2396852/harga-komoditas-tertekan-kegiatan-tambang-diharapkan-bertahan menyebutkan bahwa “ Kita punya harapan besar karena bagaimanapun Minerba adalah satu sumber produk domestik bruto (PDB) kita, sumber perekonomian,“ ujar dia. Kemudian, menurut Resource Governance Index yang dirilis tahun 2013 yang mengatakan bahwa “ Indonesia berada di peringkat 14 dari 58 negara yang disurvei untuk urusan Tata Kelola Sumber Daya Alam. Bahkan posisi Indonesia masih di bawah Timor Leste yang menempati peringkat 13. Adapun Vietnam dan Filipina masuk di peringkat 43 dan 23.”Oleh karena itu, kegiatan tambang serta pengelolaan lingkungan yang baik menjadi kunci utama dalam meningkatkan kegiatan pertambangan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dalam ikut andil di era pasar terbuka yakni Masyarakat Ekonomi Asean ( MEA ) 2016.

Untuk mencapai semua itu diperlukan manajemen yang baik dari segi teknis maupun non teknis. Pada tahun 2013 menurut Resource Governance Index menyebutkan kita lebih unggul dalam pengelolaan lingkungan dalam kegiatan tambang namun kita masih tertinggal oleh timor leste yang notabennya kita seharusnya menjadi pelopor dalam hal pengelolaan lingkungan di Area Asia Tenggara. Oleh karena itu, dari sisi non teknis maka diberlakukannya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba) yang menjadi pedoman dalam Pengelolaan Kegiatan Tambang dan pengelolaan lingkungan sehingga pasca kegiatan tambang bahwasannya area kegiatan tambang masih bisa bermanfaat. Sedangkan dari sisi teknis bahwasanya untuk mencapai peningkatan dalam hal kualitas dan kuantitas maka digunakan metode Teknik Penempatan Tailing.

Salah satu perusahaan tambang di Indonesia yang sudah menerapkan teknik penempatan Tailing adalah PT Newmont Nusa Tengggara. PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) adalah perusahaan patungan yang sahamnya dimiliki oleh Nusa Tenggara Partnership B.V, PT Multi Daerah Bersaing (PTMDB), PT Pukuafu Indah dan PT Indonesia Masbaga Investama. Newmont dan Sumitomo bertindak sebagai operator PTNNT yang melakukan penambangan  yang berlokasi di Batu Hijau. Penggunaan metode Tailing ke dasar laut akan memberikan pengaruh yang lebih baik jika dibandingkan di darat. Teknologi penempatan tailing ke dasar laut (submarine tailing placement technique) merupakan salah satu hasil penerapan teknik penempatan tailing unggulan yang dianggap lebih kecil dampak dan resikonya terhadap lingkungan, dibandingkan dengan penempatan tailing di darat (Ellis, 1987). Selain itu, pelarutan logam berat oleh air hujan dan oksidasi oleh udara akan menyebar di permukaan tanah sehingga akan meningkatkan luasan lahan cemaran.  Kondisi tempat pembuangan tailing di darat umumnya sangat rentan terhadap kestabilan lereng, terutama yang dipicu oleh fenomena alam seperti gempabumi, banjir, longsoran, ataupun amblesan tanah. Oleh sebab itulah, penempatan tailing di dasar laut merupakan pilihan yang dianggap lebih aman, karena diupayakan berada pada kondisi dasar laut yang stabil dimana fenomena alam lebih kecil pengaruhnya.

Kegiatan penambangan yang dilakukan oleh PTNNT dalam pengeporasiannya menggunakan peralatan yang canggih untuk mengolah batuan induk yang berkadar rendah. Karena dari satu ton batuan yang diolah hanya dapat menghasilkan 5 Kg tembaga diamana hanya 0,5 Gram nya adalah emas. Pengoperasian ini telah dilakukan oleh PTNNT di parit dasar Senunu sejak tahun 1999 dan membuang 170.000 ton/hari. Dengan pengoperasian ini, untuk mencapai keuntungan  maka PTNNT melakukan dalam skala jumlah yang besar.

PTNNT juga dalam pengoperasian membuang tailing nya setelah diektrasi terlebih dahulu kemudian dicampurkan dengan air laut lalu ketika ukurannya sangat kecil yakni dibawah 0,02 cm maka baru dibuang. Tailing ini akan terus bergerak hingga pada tahun 2018 bahwasannya akan  mengalir di parit laut senunu akan mencapai 73 KM dan tidak akan mencapai dari cekungan yang berjarak 100 km dari garis pantai.

Dengan penggunaan tailing ke laut yang telah diterapkan oleh PTNNT sejak tahun 1999 maka PTNNT berusaha untuk menjaga pengelolaan lingungan yang baik dalam kegiatan pertambangan di Indonesia khususnya Sumbawa. Dengan menerapakan teknologi tailing ke laut maka jumlah limbah yang dihasilkan sangat bisa diminimalisir.

Dengan visi dari PTNNT yakni "Kita akan menjadi perusahaan tambang yang paling dihargai dan dihormati melalui pencapaian kinerja terdepan dalam industri tambang.” Maka PTNNT telah melakukan upaya dalam menjaga pengelolaan lingkungan dengan menerapkan metode tailing dimana tidak dipungkiri bahwa kegiatan pertambangan yang dilakukan oleh perusahaan tambang yang lain masih belum menjaga keseimbangan lingkungan yang menyebabkan kegiatan pertambangan dicitrakan negative oleh sebagian masyarakat. Dalam menghadapi masa MEA yang sangat kompetitif  maka setiap perusahaan tambang seharusnya memerhatikan dari berbagai aspek teknis maupun non teknis. Jika dari aspek non teknis maka solusi nya adalah dengan menerapakan pengelolaan kegiaatn tambang sesuai Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba) yang menjadi acuan dalam kegiatan tambang dan pengelolaan lingkungan. Sedangkan jika dari sisi non teknis maka sebaiknnya digunakan metode teknik tailing ke laut disebabkan untuk meminimalisir limbah yang dihasilkan

Oleh karena itu, Indonesia yang mempunyai sumber daya alam yang sangat melimpah harus berani menjaga sumber daya alam nya untuk kemakmuran rakyat Indonesia. Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang sangat kompetitif membuat setiap perusahaan harus bersaing untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan seperti yang telah dilakukan oleh PTNNT dalam hal pengoperasiannya untuk menjaga keseimbangan lingkungan dengan meminimalisir limbah yang dihasilkan serta peran pemerintah agar membuat kebijakan yang lebih menguntungkan untuk perusahaan tambang yang berasal dari Indonesia sehingga kejadian seperti perusahaan asing yang mengambil sumber daya alam tanpa menjaga pengelolan lingkungan tidak terulang lagi. Indonesia seharusnya mampu makmur di negara sendiri yang sangat kaya akan sumber daya alam. Oleh karena itu, setiap perusahaan tambang di Indonesia seharusnya menggunakan metode tailing yang dapat meminimalisir limbah yang dihasilkan sebagai bentuk tanggung jawab dalam bentuk nyata dalam menjaga pengelolaan lingkungan serta didukung nya pemerintah yang saling bekerjasama dalam peningkatan kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan oleh perusahaan tambang guna bersaing dalam era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sehingga kita mampu berjaya di negeri sendiri.

RIO AGUSTIAN FAJARIN

STAF BIDANG FORUM ENERGI FAKULTAS TEKNIK

TEKNIK ELEKTRO 2014

UNIVERSITAS INDONESIA


Referensi:
http://www.mgi.esdm.go.id/content/teknologi-penempatan-tailing-ke-dasar-laut-konsekuensinyaterhadap-perubahan-bentuk-dasar-per
http://www.ptnnt.co.id/id/tentang-kami.aspx
http://bisnis.liputan6.com/read/2396852/harga-komoditas-tertekan-kegiatan-tambang-diharapkan-bertahan