Kepemimpinan Profetik
“ Seorang pemimpin adalah orang yang mempengaruhi sekelompok orang tertentu untuk bergerak dalam arah yang diberikan Tuhan “- J. Robert Clinton.
Seorang pemimpin mempunyai tanggung jawab untuk bisa membawa masyarakatnnya menjadi makmur dan sejahtera. Namun, yang terjadi di Indonesia ini justru berbeda dimana banyak pemimpin mulai dari tingkat daerah hingga tingkat pusat justru menggunakan kepemimpinannya untuk memperkaya diri sendiri dan kolegannya. Sehingga yang terjadi adalah semakin meningkatnya angka kemiskinan, kelaparan dan ketidaksejahteraan masyarakat akibat perilaku pemimpin yang tidak amanah. Melihat problematika diatas merupakan tantangan dan ancaman bagi seorang pemimpin indonesia untuk segera mencari penyelesaian yang benar benar solutif bagi tercapainya kehidupan bangsa yang harmonis dan sejahtera. Pemimpin harus memiliki misi untuk mengatasi problema di atas. Misi itu juga harus memiliki nilai-nilai ilahiyyah untuk diaplikasikan di dalam kehidupan berbangsa.
Pemimpin yang ideal untuk rakyat adalah pemimpin yang bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya secara bijak dan benar. Untuk mendapatkan kriteria pemimpin yang akan membawa masyarakat menjadi lebih baik maka harus memiliki kepemimpinan profetik. Kepemimpinan profetik adalah kepemimpinan yang membebaskan penghambaan kepada manusia melainkan hanya kepada tuhan semata. Dengan tidak mengharapkan penghambaan kepada manusia maka seorang pemimpin tidak akan melakukan tindakan seperti korupsi yang semakin banyak terjadi seiring berjalannya waktu belakangan ini. Pemimpin yang ideal harus mempunyai visi dan misi yang kuat dalam menjalankan amanahnya untuk melayani dan membenahi masyarakat sehingga sang pemimpin akan memiliki legitimasi kepemimpinan yang sangat kokoh. Dengan visi misi masa depan yang tajam dan kemampuannya menjelaskan konsep-konsep dalam bahasa yang mudah dimengerti dan difahami oleh masyarakat luas, akan membuat “Sang Pemimpin” semakin mendapatkan pengakuan dari khalayak umum.
Untuk bisa mewujudkan Kepemimpinan profetik maka pemimpin harus membawa misi kepemimpinannya dengan tiga misi yakni misi humanisasi, misi liberasi, dan misi transendensi. Pertama, adalah misi humanisasi yaitu misi yanganusiakan manusia, mengangkat harkat hidup manusia, dan menjadikan manusia bertanggung jawab atas apa yang telah dikerjakannya. Seorang pemimpin harus memberdayakan masyarakatnya baik dari segi ekonomi, social dan budaya. Jika masyarakat yang dibina nya menjadi masyarakat madani, taat akan hukum, dan terlepas dari jeratan kemiskinan maka akan menjadi indikator keberhasilan dari seorang pemimpin. Kedua, adalah misi liberasi yakni misi yang membebaskan manusia dari belenggu keterpurukan dan ketindasan. Kepemimpinan ini adalah tingkat kepemimpinan yang diatas misi humanisasi dimana pemimpin harus berani untuk menyatakan yang benar adalah benar dan yang salah adalah yang salah walau harus mengorbankan jiwannya. Ketiga adalah misi transendensi, yaitu manifestasi dari misi humanisasi dan liberasi yang diartikan sebagai kesadaran ilahiyah yang mampu menggerakkan hati dan bersikap ikhlas terhadap segala yang telah dilakukan. Ini adalah tahap paling tinggi sebagai indikator dari pemimpin yang ideal dimana pemimpin yang mempunyai kriteria ini akan selalu ingat akan amanah yang sedang dijalannkanya sehingga ia akan selalu mementingkan kepentingan rakyatnnya. Pemimpin yang memiliki misi transendensi tidak peduli apa yang dilakukannya mendapat perhatian atau tidak karena pemimpin ini akan bekerja ikhlas dan rela bekorban demi terwujudnnya masyarakat yang madani.
Selain itu, kriteria kepemimpinan profetik adalah memiliki daya regenerasi atau seorang yang mampu mewariskan sifat-sifat kepemimpinan profetiknya sehingga kepemimpinan akan berkelanjutan walau sudah berganti posisi. Ini sangat penting dimana di Indonesia jika pemimpinnya berganti maka akan ganti kebijakannya walau berbeda jauh dari kebijakan sebelumnnya. Dengan adannya keberlanjutan secara bijak, baik dan benar maka akan terwujudnnya masyarakat yang madani baik tingkat daerah hingga tingkat pusat.
Dengan adanya kepemimpinan profetik yang membawa misi humanisasi, liberasi dan transendensi serta dilakukan secara berkelanjutan maka krisis kepemimpinan yang terjadi dari berbagai segi dan tingkatan di Indonesia akan menemukan solusinnya. Sehingga, pemimpin yang mempunyai kepemimpinan profetik akan selalu mengingat bahwa amanah yang dijalankanya merupakan titipan dan mempunyai tanggung jawab yang besar. Oleh karena itu, jika pemimpin Indonesia banyak mempunyai kepemimpinan profetik maka Indonesia sangat potensial untuk menjadi negara yang makmur dan sejahtera serta unggul di tingkat dunia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar